Ketika kasih sayang
menjelma nada-nada,
ku nyanyikan untuknya
sebagai tanda mata.
Sebab dia yang kini berada
pada sisi kiri dada
hanya satu tercipta.
Dan di depan jalan yang tersisa,
mungkin tak akan ada
aku dapati sepertinya,
seindahnya.
Yang kehangatan senyumnya
cairkan sepi kutub-kutub hati
dan kesejukan kata-katanya
bekukan bising khatulistiwa jiwa.
Dan sekalipun sederhana,
namun rasa sayangku
tiada terwakilkan,
meskipun duabelas lembar puisi
berbahasa cinta,
bertinta nada,
tertulis indah
pada taman-taman bunga di hatinya
Kamis, 19 November 2009
Langganan:
Komentar (Atom)